RUBRIK

Budaya K3 Berstandar ISO 45001 untuk Praktik K3 Terbaik

Praktik pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) berperan penting dalam menciptakan ekosistem kerja yang sehat, aman, nyaman, dan efisien. Terutama, di masa pandemi dan dunia industri yang sangat dinamis. Penegakan prinsip-prinsip K3 pun menjadi komitmen ICON+ yang dikuatkan dengan sertifikasi ISO 45001:2018 untuk mencapai tujuan utama, yaitu terwujudnya zero accident.

Secara umum, penerapan K3 bertujuan untuk melindungi pekerja dari risiko kecelakaan saat bekerja. Tujuan K3 secara rinci tertuang dalam PP RI No. 50 Tahun 2012 yang mencakup tiga aspek.

Pertama, meningkatkan efektivitas perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja yang terencana, terukur, terstruktur, dan terintegrasi. Kedua, mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, pekerja, dan serikat pekerja.

Ketiga, menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, dan efisien. Terpenuhinya ketiga aspek tersebut, akan memacu produktivitas dan kinerja pekerja dan perusahaan.

Tegaknya prinsip K3 di perusahaan bukan hanya tanggung jawab perusahaan. Melainkan, juga setiap entitas yang berada di lingkungan perusahaan maupun yang terkait dengan bisnis perusahaan, seperti stakeholder dan mitra.

Untuk itu, diperlukan kesadaran—khususnya dari pekerja terhadap pentingnya K3. Dalam hal ini, kesadaran untuk mengimplementasikan prinsip K3 secara disiplin hingga terbentuk budaya K3 yang mengakar kuat di perusahaan.

Penguatan Budaya K3

Dalam praktik bisnisnya, penerapan K3 telah membudaya di lingkungan ICON+. Karakter bisnis ICON+ memiliki risiko terhadap kesehatan dan keselamatan kerja—khususnya pada lingkup bidang operasional, mendorong ICON+ untuk melakukan upaya-upaya penguatan budaya K3 secara konsisten.

Berdasarkan Roadmap Peningkatan Kinerja K3LH 2022—2024, upaya penguatan budaya K3 akan dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap I merupakan Intern Phase yang dilaksanakan sepanjang 2022. Kemudian, dilanjutkan dengan Adoption Phase pada 2023, hingga akhirnya mencapai Maturity Phase pada 2024 mendatang.

Peningkatan kinerja K3LH dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu People, Process, dan Tools. Aspek People merupakan upaya peningkatan kompetensi dan budaya K3 kepada seluruh internal, pelaksana pekerjaan, dan stakeholder.

Pendekatan ini diwujudkan ke dalam program-program budaya K3, seperti Online Safety Talk, Online Safety Patrol, dan Learning Management. Program tersebut telah dilaksanakan secara konsisten di lingkungan ICON+, baik Kantor Pusat maupun seluruh SBU Regional ICON+.

Dari sisi Process, ICON+ menerapkan standarisasi Sistem Monitoring & Controlling SMK3. Sedangkan pendekatan Tools, diwujudkan melalui digitalisasi di semua fungsi, mulai dari Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengawasan.

Sebagai wujud digitalisasi, ICON+ telah memiliki aplikasi monitoring kepatuhan SMK3 yang memungkinkan monitoring secara real time. Dengan ketiga strategi pendekatan tersebut, penguatan diharapkan dapat meningkatkan awareness ICONers terhadap pentingnya budaya K3 di lingkungan kerja.

“Dalam penerapan budaya K3, yang paling penting adalah konsistensi. Konsistensi menerapkan prinsip-prinsip K3 yang berpedoman pada Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) di setiap fungsi, mulai dari Perencanaan, Pelaksanaan, hingga Pengawasan,” ujar Manager HSE & Third Party Management, Faisal Taufiq Syam.

 

Praktik K3 Terbaik

Untuk menciptakan dan menegakkan praktik K3 terbaik, ICON+ telah menerapkan SMK3 yang berstandar ISO 45001:2018. Sertifikasi ISO 45001 menjadi bukti bahwa ICON+ telah memenuhi persyaratan standar manajemen kesehatan dan keselamatan kerja dengan segala aspeknya.

ISO 45001 merupakan Standar Internasional pertama yang menetapkan berbagai standar/persyaratan untuk kesehatan dan keselamatan kerja. Sebagai panduan, ISO 45001 akan mendorong perusahaan untuk proaktif meningkatkan kinerja SMK3 guna mencegah cedera, sakit, dan penyakit akibat kerja.

Menurut Manager QA & Service Improvement, Divisi Service Performance and Operation Center ICON+ Yoga Nugraha, dengan sertifikasi ISO 45001, penerapan SMK3 menjadi lebih terstruktur dan terukur serta terdokumentasi dengan baik.

“Dengan begitu, peningkatan awareness ICONers juga lebih termonitor sehingga dapat dilakukan perbaikan dan penyempurnaan lebih lanjut,” imbuh Yoga.

Selain berdampak pada peningkatan awareness ICONers, kaidah K3 yang dijalankan sesuai standar ISO juga membuat operasional perusahaan lebih efisien, baik dari sisi proses, SDM, tools, maupun finansial. Sertifikat ISO 45001 juga akan meningkatkan kepercayaan pelanggan dan menjaga citra baik perusahaan di mata pelanggan.

Untuk itu, prosedur standar K3 senantiasa disosialisasikan dan diterapkan, terutama pada aspek operasional yang meliputi pekerjaan Pembangunan, AKtivasi, Operasi dan Pemeliharaan (Ophar), dan Retail. “Tim K3 ICON+ juga melakukan briefing K3 secara rutin kepada tim di SBU. Sedangkan Divisi SDM, rutin menyelenggarakan pelatihan terkait sertifikasi kompetensi K3 pegawai,” papar Yoga.

Upaya peningkatan kinerja K3 yang dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkesinambungan diharapkan dapat menguatkan budaya K3 di lingkungan ICON+. Dengan budaya K3, tercipta lingkungan kerja yang sehat dan aman sehingga ICONers dapat bekerja dengan nyaman dan produktif, terjaga kesehatannya, serta sejahtera hingga tercapai tujuan utama perusahaan, yaitu zero accident.

iQuiz 8 – 2022
close slider

iQuiz 08 - 2022

Sejak 2021 hingga Agustus 2022, ICON+ secara periodik mencatat capaian layanan ICONNET di berbagai wilayah Indonesia. Dari tiga Strategic Business Unit (SBU) ICON+ berikut, manakah yang secara konsisten menduduki posisi puncak dalam penjualan ICONNET setiap bulannya?