RUBRIK

Platform Agregator Akselerasi Menuju EV Ecosystem

Mandat Pemerintah telah menjadikan PT PLN (Persero) ujung tombak dalam penyediaan infrastruktur KBLBB. Langkah strategis dan inovatif pun disiapkan dengan melibatkan seluruh entitas PLN Group. Sebagai IT Enabler PLN, ICON+ berperan penting dalam menyediakan solusi dan inovasi ICT guna mendukung terwujudnya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Pemerintah gencar mengembangkan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Tanah Air. Hal tersebut merupakan upaya pemerintah dalam mendukung transisi energi menuju pemanfaatan energi bersih berkelanjutan sekaligus meningkatkan ketahanan energi nasional.

Pengembangan ekosistem kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) Ecosystem merupakan amanat Presiden yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

Kementerian ESDM kemudian menjabarkannya dalam Permen ESDM No. 13 Tahun 2020 tentang Penyediaan Infrastruktur Pengisian Listrik untuk KBLBB. Dalam peraturan inilah, untuk pertama kalinya, disebutkan tentang penugasan kepada PT PLN (Persero) untuk menyediakan infrastruktur pengisian listrik KBLBB berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Berdasarkan data yang dirilis di situs PLN, hingga Februari 2022, tercatat sebanyak 267 unit SPKLU di 195 lokasi telah beroperasi secara nasional. Dari total SPKLU tersebut, sebanyak 120 unit SPKLU yang tersebar di 92 lokasi dimiliki PLN. Sampai akhir tahun 2022, PLN menargetkan sebanyak 580 unit SPKLU.

Saat ini, PLN juga tengah membangun 60 unit SPKLU tipe ultra fast charging 200 kV dan telah meresmikan SPKLU ultra fast charging pertama di Indonesia pada 26 Maret 2022. SPKLU yang berlokasi di Bali tersebut disiapkan untuk mendukung penyelenggaraan KTT G20 pada November 2022 mendatang.

Selain SPKLU, PLN juga membangun Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) untuk mendorong pengembangan kendaraan listrik roda dua. SPBKLU menerapkan sistem penukaran baterai (battery swap).

Sesuai Peta Jalan Ekosistem SPBKLU Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Pemerintah targetkan 4.900 unit SPBKLU sampai akhir tahun 2022. PLN diasumsikan dapat menyediakan sekitar 35% dari target tersebut.

Ekosistem EV

Dalam mendukung Pemerintah menjelmakan ekosistem kendaraan listrik, PLN bukan hanya menyediakan infrastruktur dan pasokan listrik. Namun, juga berperan aktif dalam membangun ekosistem EV. Salah satunya, dengan menanamkan platform EV pada PLN Mobile.

“Platform EV ditanam dalam PLN Mobile yang telah memiliki user cukup banyak sehingga informasi terkait EV dapat dengan cepat tersampaikan secara luas kepada pengguna PLN Mobile.

Di sisi lain, EV Ecosystem pada PLN Mobile akan memperkuat posisi PLN Mobile sebagai SuperApp yang berhubungan dengan ketenagalistrikan,” jelas Vice President Beyond KWH ICON+ Pratama Adieputra Suseno.

Melalui platform EV pada PLN Mobile, PLN menyatukan berbagai unsur ekosistem EV, mulai dari produsen kendaraan listrik, penyedia baterai swap, sampai pengguna. Platform inilah yang dikembangkan ICON+ dalam rupa program Electric Vehicle Digital Services (EVDS).

EVDS hadir sebagai menu “Electric Vehicle” pada PLN Mobile yang memiliki sejumlah fitur, antara lain SPKLU, Battery Swap, Home Charging, Market Place, dan Test Driver. Selain mengembangkan EVDS, ICON+ juga telah mengintegrasikan aplikasi Charge. IN ke dalam EVDS sehingga makin memudahkan pengguna, khususnya dalam mengakses berbagai layanan EV di PLN Mobile.


“Di sini, ICON+ berperan sebagai agregator. Dalam hal ini, ICON+ membuat platform yang menghubungkan layanan-layanan dari berbagai pihak menjadi satu kesatuan dalam satu platform, yaitu EVDS di PLN Mobile,” jelas PLt. Manager Sales & Customer Solution, Divisi Beyond KWH ICON+ Muhammad Ryan Agung Putra Perdana.

ICON+ menawarkan keunggulan EVDS PLN Mobile sebagai platform agregator. Platform ini tidak terpaku pada satu merek/produsen. “Semua brand bisa berkumpul di sini, seperti produsen kendaraan listrik atau penyedia baterai bisa mengenalkan dan menjual produk layanan dengan bergabung di sini,” ujar Ryan.

“Begitu pula masyarakat yang membutuhkan layanan EV, bisa mendapatkannya di sini. Berkumpulnya mereka di sini, maka terbentuklah ekosistem EV pada PLN Mobile,” lanjutnya.

Hingga saat ini, beberapa produsen yang telah bergabung di eksosistem EV PLN Mobile, antara lain produsen kendaraan listrik, seperti Gesits, Viar, dan Uwinfly. Lalu, penyedia battery changer, seperti SWAP dan VOLTA serta mitra pengguna, seperti Grab dan Sicepat.

Aspek User Journey

Kehadiran EVDS sebagai platform EV Ecosystem menjawab kebutuhan informasi dan solusi pada user journey EV. Lantaran, seluruh elemen user journey telah dibangun pada platform EV Ecosystem tersebut yang meliputi 4 aspek, yaitu Discovery, Acquisition, Charging, dan Maintenance.

Aspek Discovery akan dipenuhi oleh dua fitur yang masih dalam pengembangan ICON+, yaitu Fitur EV Community dan Test Drive. Nantinya, masyarakat bisa memperoleh berbagai informasi seputar EV dari EV Community.

Fitur EV Community menjadi forum diskusi dan berbagi informasi bagi pengguna, pengguna, praktisi, hingga ahli kendaraan listrik. Sementara, masyarakat yang tertarik dan ingin mendapat pengalaman berkendara listrik bisa menjajal Fitur Test Drive.

“Bukan cuma mencoba, masyarakat yang ingin membeli kendaraan listrik pun bisa melakukannya di sini karena EVDS telah dilengkapi Fitur Market Place. Fitur ini merupakan solusi dari Aspek Acquisition,” papar Adie.

Untuk Aspek Charging, telah disediakan fitur SPKLU, Home Charging, ataupun SPBKLU untuk melakukan penukaran baterai (Battery Swap).

“Lalu, untuk kemudahan pemeliharaan kendaraan litrik, baik pemeliharaan rutin atau perbaikan, ICON+ sedang mengembangkan fitur terkait Aspek Maintenance,” tambah Adie.

Dengan terpenuhinya setiap aspek pada user journey, Pratama meyakini bahwa pengembangan EVDS oleh ICON+ akan mengakselerasi perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. Hal ini tak terlepas dari positioning PLN Mobile sebagai SuperApp yang telah memiliki user cukup banyak.

“EVDS ditanamkan di PLN Mobile. Dengan jumlah user PLN Mobile yang cukup banyak, informasi terkait EV bisa cepat tersampaikan secara luas kepada user. Disamping itu, keberadaan ekosistem EV pada PLN Mobile akan memperkuat posisi PLN Mobile sebagai SuperApp yang berhubungan dengan ketenagalistrikan,” ungkap Pratama.

Menurut Adie, kendaraan listrik adalah sebuah keniscayaaan bisnis di masa depan. Karena itu, diperlukan keberanian untuk berinvestasi pada pengembangan ekosistem ini. Yang tak kalah penting adalah sinergi dari berbagai pihak yang berperan dalam ekosistem kendaraan listrik.

Hingga akhirnya, terbentuk electrifying lifestyle di tengah masyarakat dan tercapainya net zero carbon (carbon neutral) pada 2060 mendatang.

iQuiz 8 – 2022
close slider

iQuiz 08 - 2022

Sejak 2021 hingga Agustus 2022, ICON+ secara periodik mencatat capaian layanan ICONNET di berbagai wilayah Indonesia. Dari tiga Strategic Business Unit (SBU) ICON+ berikut, manakah yang secara konsisten menduduki posisi puncak dalam penjualan ICONNET setiap bulannya?