RUBRIK

Restrukturisasi Organisasi ICON+: Langkah Besar Agar Terus Unggul dalam Persaingan

ICON+ mendesain ulang struktur organisasi perusahaan. Ikhtiar menjawab perubahan pasar.

 

Menata ulang komposisi manajemen dengan merestrukturisasi organisasi perlu terus dilakukan agar fungsi organisasi di dalam perusahaan bisa mencapai hasil optimal. Dengan menyempurnakan internal proses, perusahaan diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan sekaligus terus unggul dalam persaingan. Alasan inilah yang menjadikan ICON+ perlu melakukan perubahan struktur organisasi perusahaan.

Diungkapkan Gloria Magdalena Ndoen, Plt. VP Human Capital ICON+, restrukturisasi dilakukan perusahaan demi menyikapi perubahan, baik yang disebabkan adanya kebutuhan pasar dan internal perusahaan, terutama harapan dari PLN, induk perusahaan ICON+.

“Ada dua message yang disampaikan PLN dalam RUPS, ICON+ harus bisa meningkatkan pertumbuhan perusahaan dan layanan kepada PLN. Dua hal ini yang menjadi salah satu dasar mengapa organisasi kami kembangkan,” jelasnya.

Dari sisi layanan kepada PLN, lanjut Gloria, layanan electricity yang dulunya terbagi ke dalam beberapa direktorat, kini difokuskan melalui satu direktorat saja. Dengan didesain secara end to end di bawah satu direktorat, semua layanan mulai dari pengembangan produk hingga pemeliharaan akan menjadi lebih cepat.

Guna menjaga keselarasan proses bisnis dengan PLN, ICON+ membentuk Divisi Change Management Office (CMO). Divisi baru ini memiliki dua fungsi utama, memastikan proyek berjalan sesuai timeline, menjadi jembatan komunikasi sekaligus pusat informasi dari user ke Board of Director, serta mengawal transformasi dan budaya perusahaan.

CMO sendiri berada langsung di bawah komando Direktur Utama ICON+, melengkapi fungsi Sekretaris Perusahaan dan Kepala Satuan Audit Internal. Sedangkan Satuan Perencanaan Kerja Korporat (SPKK) yang sebelumnya berada di bawah Dirut ICON+, dialihkan ke Direktorat Finance dan Human Capital.

Sementara untuk meningkatkan laju pertumbuhan perusahaan, ICON+ membentuk direktorat baru, Digital Solution dan Business Development. Fungsi baru ini dibentuk untuk mempercepat perusahaan dalam membaca dan merespons tuntutan pasar. Menurut Gloria, penajaman ini dilakukan agar ICON+ lebih agile dalam menghadapi perubahan pasar sehingga tumbuh dan mampu menjadi ujung tombak profit PLN.

“Hal ini bisa dilihat dari peningkatan target ICON+ sebesar 67 persen dari tahun sebelumnya,” terang Gloria.

 

Transisi Secara Bertahap

Restrukturisasi organisasi yang terbilang cukup masif ini, mulai dari level Direktur, General Manager, Manajer, Supervisor, hingga level pelaksana ditempuh ICON+ melalui serangkaian fase yang kompleks. Plt. Manager Organization Development ICON+ Ernest Sibuea menjelaskan, diperlukan serangkaian tahapan untuk mengubah struktur organisasi.

“Kami memonitor dan mengevaluasi pembagian organisasi serta proses bisnis. Kemudian mengkaji dan memetakan struktur organisasi untuk mengetahui apa yang kurang dan harus ada, apa yang mesti dihilangkan dan dilebur sehingga stream-nya menjadi lebih sederhana dan mengalir,” terang Ernest.

Ernest menambahkan, selain melakukan kajian, restrukturisasi organisasi memerlukan serangkaian persetujuan. Level direktur, misalnya, harus mendapat persetujuan dari PLN selaku pemegang saham dan ditetapkan dalam RUPS. Untuk level satu di bawah direksi, seperti Vice President, harus mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris ICON+, Divisi Manajemen Portofolio PLN, dan Divisi Pengembangan Organisasi PLN.

Struktur baru organisasi ICON+ sendiri disahkan pada 12 Januari 2020. Pengesahan struktur baru ini sekaligus menetapkan pejabat level satu di bawah direksi. Penetapan pejabat level dua dilaksanakan pada 17 Januari 2020. Sedangkan level supervisor dan pelaksana, yang jumlahnya paling banyak, ditetapkan pada 10 Maret 2020.

Lebih jauh Ernest menjelaskan, setelah komposisi manajemen ditetapkan, agar transisi dapat berjalan mulus, ICON+ menggelar rapat koordinasi. Rakor ini bertujuan agar para pemegang fungsi baru terlibat secara aktif dalam menyusun program kerja dan Key Performance Indicator (KPI).

“Dengan mengubah banyak fungsi struktur organisasi otomatis proses bisnis di ICON+ harus dipetakan ulang. Para pejabat baru ini sengaja dilibatkan agar engage dengan fungsi kerjanya,” terang Ernest.

Tidak hanya melibatkan pejabat baru dalam rakor, Divisi Pengembangan Organisasi ICON+ bersama dengan Divisi Corporate Planning dan Evaluasi Kinerja Korporat melakukan roadshow ke level satu hingga level tiga. Sosialisasi ini bertujuan memastikan bahwa tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) dapat dipahami dengan baik sehingga mereka memahami tentang target KPI, program kerja, anggaran, dan eksekusinya.

“Dengan struktur organisasi baru ini, ICON+ diharapkan dapat mencapai target revenue dan menjadi enabler bisnis PLN. Semoga ICON+ bisa bertahan, meningkat, dan sustain,” harap Ernest.

iQuiz 12 – 2022
close slider

iQuiz 12 - 2022

PLN Icon Plus hadirkan layanan I-WIN untuk memenuhi kebutuhan pelanggan terhadap layanan manage service wi-fi. Layanan I-WIN merupakan solusi terbaik yang disediakan dalam bentuk …