RUBRIK

Transformasi Digital: Digitalisasi hingga ke Pelosok Negeri

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Pemerintah terus berupaya untuk mengakselerasi transformasi digital nasional. Di antara agenda prioritas Pemerintah, adalah membuka akses layanan internet hingga ke pelosok negeri melalui pembangunan infrastruktur internet berkecepatan tinggi. Sebagai pelaku industri TIK berbendera nasional, ICON+ memiliki tanggung jawab untuk mendukung program pemerintah. Salah satunya, turut memastikan keberhasilan transformasi digital di Indonesia.

Dalam Peta Jalan Digital Indonesia 2021—2024, terdapat empat sektor strategis untuk meningkatkan konektivitas sekaligus menjembatani kesenjangan digital, yaitu infrastruktur, pemerintahan, ekonomi, dan masyarakat digital. Infrastruktur ICT, seperti jaringan kabel serat optik, Base Transceiver Stations (BTS), dan satelit, akan menjadi tulang punggung dan pondasi utama akselerasi transformasi digital.

Sementara, untuk terwujudnya pemerintahan digital, Pemerintah tengah menyiapkan Pusat Data Nasional (PDN) di empat lokasi. PDN merupakan upaya negara mengamankan data seluruh masyarakat yang akan menjadi komponen kekuatan nasional.

Hilir dari infrastruktur dan PDN tersebut adalah ekonomi digital. Keduanya akan dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi digital. Untuk itu, diperlukan peran masyarakat digital. Dalam hal ini, talenta-talenta digital yang akan menjadi kunci utama dalam keberhasilan transformasi digital, selain mindset, culture, process, technology, dan tools.

Strategi Transformasi

Jauh sebelum Transformasi Digital digaungkan, ICON+ telah berperan dalam sektor digital. Tepatnya, sejak berbagai layanan digital ICON+ diaplikasikan dalam operasional PT PLN (Persero) selaku holding. Hal ini secara tidak langsung berdampak terhadap masyarakat sebagai pelanggan PLN, seperti layanan digital yang dihadirkan dalam PLN Mobile.

Seiring waktu, layanan ICON+ makin berkembang. Tidak hanya menyediakan beragam solusi dan aplikasi untuk kalangan internal, ICON+ juga melakukan kustomisasi layanan sesuai kebutuhan pelanggan eksternal.

Dengan pengalaman tersebut, yang didukung kompetensi ICON+ di bisnis ICT, ICON+ siap berkontribusi aktif dalam mengakselerasi transformasi digital di Tanah Air. ICON+ memiliki kesiapan sumber daya, baik infrastruktur maupun sumber daya manusia, yang tersebar di berbagai wilayah melalui sepuluh Strategic Business Unit (SBU) yang menjadi kantor perwakilan operasional ICON+ di daerah.

ICON+ telah menyiapkan dua strategi utama untuk mewujudkan Transformasi Digital. Pertama, Ekstensifikasi, yaitu perluasan coverage yang menjangkau desa dengan akses infrastruktur PLN. Hak pemanfaatan atas aset strategis Right of Ways (RoW) atau tiang PLN menjadi modal besar sekaligus keunggulan ICON+ untuk memenuhi kebutuhan ICT masyarakat hingga ke pelosok Tanah Air.

“Keunggulan lainnya adalah ICON+ memiliki izin resmi dari pemerintah, perihal izin infrastruktur, NAP, ISP, dan ISO. Hal tersebut menjadi bekal kami dalam memberikan layanan terbaik bagi para pelanggan ICON+,” jelas PLT. Vice President Government, Mining, Construction, & Hospitality Solution ICON+ Panca Prattamto.

“Dengan keunggulan tersebut, khususnya di daerah, pelanggan ICON+ bisa menikmati layanan dengan harga kompetitif dan layanan purnajual yang langsung ditangani ICON+,” lanjut Panca.

Strategi ekstensifikasi diimplementasikan ICON+ melalui Program Fiber Optics Roll Out guna menyediakan layanan internet fix broadband. Program ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan digital antarkelompok masyarakat, baik antarmasyarakat kota – desa maupun antarkelompok berpenghasilan tinggi – rendah.

Strategi kedua, menyediakan solusi layanan yang sesuai atau mendukung transformasi digital. Di era transformasi digital, penting bagi ICON+ untuk menambah produk katalog baru dan turunannya sesuai tren kebutuhan ICT pelanggan. Pengembangan bisa dilakukan secara mandiri oleh ICON+ ataupun bermitra dengan pihak lain.

“Misalnya saja, dengan menyediakan paketisasi layanan, seperti layanan solusi infrastruktur data connectivity, cloud computing, data center, command center yang di-bundling dengan layanan digital platform dan security,” ujar Panca.

Smart Village

Sinergi dan kolaborasi merupakan kunci keberhasilan ICON+ dalam membuka aksesibilitas, meningkatkan konektivitas, serta memperluas jangkauan layanan ICT di seluruh wilayah Indonesia. Dalam hal ini, ICON+ memiliki hak pemanfaatan sekaligus pengelolaan RoW berupa tiang listrik PLN yang tersebar di seluruh Indonesia.

Di daerah, ICON+ berkolaborasi dengan pemerintah daerah, seperti Diskominfo untuk mewujudkan transformasi digital di daerah. ICON+ menyediakan koneksi jaringan internet ke berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mendukung pelayanan publik yang efisien, efektif, dan transparan.

“Di daerah, Kami juga membawa gagasan ‘Smart Village’ kepada Pemerintah Daerah, baik tingkat kabupaten maupun provinsi. Gagasan ini merupakan solusi bundling antara layanan konektivitas internet dengan layanan aplikasi digital desa,” ujar General Manager SBU Regional Sulawesi & Indonesia Bagian Timur Iwan Sofyan Sorry.

Lebih lanjut, Iwan menjelaskan bahwa program bundling tersebut menerapkan sistem pelayanan pemerintahan, pelayanan masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat berbasis pemanfaatan teknologi informasi dan akses internet di desa, yang sebelumnya tidak memiliki koneksi internet. Inilah yang menjadi komitmen ICON+ sejak lama, yaitu menghadirkan internet di desa-desa.

“Sebagai anak usaha BUMN, aktivitas kami bukan sekadar menjalankan bisnis demi keuntungan semata. Lebih dari itu, kami harus aktif, turut serta dalam berbagai upaya memajukan negeri,” tegas Iwan.

Selain tujuan tersebut, Program Smart Village juga dapat menjadi solusi untuk menekan  arus urbanisasi. Smart Village membuka akses internet sehingga menghadirkan peluang penghidupan yang lebih baik di perdesaan.

“Dengan begitu, masyarakat desa tak lagi tergiur untuk bekerja di kota. Kalau istilah zaman sekarang: generasi milenial tinggal di desa, rezeki kota, bisnis mendunia,” ujar Iwan.

Beberapa kota/kabupaten dan provinsi sudah menerapkan konsep Smart Village. Iwan mencontohkan di wilayah operasional SBU Regional Sulawesi & Indonesia Bagian Timur, Program Smart Village telah membuka akses internet desa di Provinsi Sulawesi Tengah. Begitu pula di wilayah Pemkot Bitung (Sulawesi Utara), telah tersedia layanan wifi kantor setingkat RW melalui Smart Village.

Inkubator Bisnis

Guna optimalisasi jaringan yang terbangun pada Program Smart Village, ICON+ menyelaraskan kebutuhan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat untuk koneksi yang andal dari rumah.

Ke depannya, kebutuhan transformasi digital tidak hanya sebatas infrastruktur konektivitas. Khususnya, di wilayah urban perkotaan, akan membutuhkan lebih dari konektivitas (beyond connectvity).

Sebagai contoh, Kota Makassar yang bercita-cita menjadikan Makassar sebagai Kota Metaverse yang diberi nama “Makaverse”. Nantinya, sistem pelayanan publik menjadi serba digital, cepat, dan mudah.

Masyarakat pun berinteraksi pada satu dunia Virtual Reality (VR), tiga dimensi. Beberapa kota lain yang juga akan menerapkan konsep metaverse, antara lain Ibu Kota Negara (IKN), Bandung, Surabaya, dan Bali.

Dengan bersinergi dan berkolaborasi, ICON+ mengambil peran dalam menciptakan beragam solusi smart digital untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

iQuiz 8 – 2022
close slider

iQuiz 08 - 2022

Sejak 2021 hingga Agustus 2022, ICON+ secara periodik mencatat capaian layanan ICONNET di berbagai wilayah Indonesia. Dari tiga Strategic Business Unit (SBU) ICON+ berikut, manakah yang secara konsisten menduduki posisi puncak dalam penjualan ICONNET setiap bulannya?