RUBRIK

Women for ICT, Kesetaraan di Seluruh Lini Bisnis ICON+

Seiring perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi (TIK/ICT), makin banyak perempuan terjun di industri yang selama ini didominasi pria. Bahkan, tak sedikit perempuan yang menduduki posisi pucuk pimpinan sebagai pengambil keputusan. ICON+ sebagai perusahaan yang bergerak di bidang ICT pun memberikan kesempatan yang sama bagi setiap wanita untuk mengaktualisasikan dirinya di berbagai bidang, tak terkecuali bidang dengan keahlian teknis.

Tingkat partisipasi dan representasi perempuan di bidang Science, Technology, Engineering, and Math (STEM) memang masih terbilang rendah. Data BPS 2017 menunjukkan hanya 30% perempuan yang bergelut di sektor STEM. Sementara, data global yang dirilis UNESCO tahun 2018 mencatat hanya 22% perempuan profesional bekerja di bidang kecerdasarn artifisial (AI).

Tak dipungkiri, kondisi tersebut tak terlepas dari stigma tentang dominasi pria di sektor tersebut. Stigma tersebut masih membayangi popularitas, bahkan dapat menurunkan rasa percaya diri perempuan di sektor ini.

Kondisi tersebut, tak hanya menjadi tantangan bagi perempuan, tetapi juga perusahaan untuk menghapus stigma tersebut dan memberikan peluang seluasnya kepada perempuan. Termasuk, memberikan keyakinan kepada perempuan bahwa mereka mampu berkontribusi di bidang STEM.

Inilah salah satu tantangan yang dihadapi ICON+. Bidang bisnis ICON+ yang identik dengan maskulin tak lantas membuat perusahaan menutup pintu bagi perempuan. Justru, ICON+ membuka kesempatan besar bagi perempuan untuk berkarya dan berkarir di berbagai bidang di ICON+, termasuk bidang teknik.

Hal tersebut dibuktikan dengan keseriusan ICON+ dalam pengembangan talent wanita dan pemberian kesempatan promosi. Bahkan, dengan meratifikasi aturan BUMN, ICON+ membuka kesempatan lebih besar bagi talent perempuan hingga batas usia maksimal 50 tahun dan batas maksimal untuk talent laki-laki 42 tahun.

“Artinya, terbuka ruang gerak dan kesempatan lebih besar bagi perempuan. Hal ini akan meningkatkan partisipasi perempuan di perusahaan. Terbukti, tahun lalu di ICON+, banyak talent wanita yang mendapat promosi untuk level manajer, bahkan GM,” ungkap VP Human Capital ICON+, Gloria Magdalena Ndoen.

“Kami tidak pernah membedakan ketika ada lowongan pekerjaan maupun promosi. Kesempatan diberikan sama, untuk siapa saja. Selama dia capable, sekalipun perempuan, why not? Kami tidak melihat gender,” lanjut Gloria.

Hingga saat ini di ICON+, ICONers wanita memang masih lebih banyak yang bertugas di bidang support dan niaga. Tetapi, tren ICONers wanita yang berkecimpung di bidang teknik pun mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Hal ini mendorong perusahaan untuk meningkatkan target rasio talent wanita di tahun ini. Tahun lalu rasio talent wanita sebesar 5%. Target tahun ini sebesar 71% dari total pegawai talent. “Bicara target terhadap talent wanita, kami memang ingin terus meningkatkan rasio pejabat struktural dari pegawai wanita,” ujar Gloria.

“Prediksi kami, setidaknya dalam 2—3 tahun ke depan, akan banyak talent-talent wanita yang akan duduk di level strategis ICON+, seperti VP, GM, maupun manajer,” tambahnya.

Pengembangan talent wanita

Adapun program pengembangan yang diberikan kepada talent wanita, sama halnya dengan program pengembangan talent milenial. Terdapat 4 program pengembangan berdasarkan levelnya, sebagai berikut (lihat infografis).

Bicara tantangan, Gloria menambahkan, target yang signifikan (71%) merupakan tantangan tersendiri. “Kami harus memastikan para talent fokus mengerjakan tugasnya sebagai talent di samping tugas-tugas rutinnya,” ujar Gloria.

Solusinya adalah turut melibatkan atasannya dengan memberikan kesempatan pada para atasan untuk menjadi mentor atau coach. “Kami libatkan dan meminta komitmen dari level atasannya agar para talent ini bisa mengikuti dan menyelesaikan program pengembangan secara penuh,” tegas Gloria.

Selain pengembangan talent wanita, Manager Human Capital Development ICON+ Ginanjar Dwi Marthia menjelaskan bahwa ICON+ juga memberikan kesempatan pada ICONers wanita untuk berpartisipasi dalam School of Data yang tengah dikembangkan ICON+. “Dari sepuluh ICONers yang sedang dikembangkan untuk menjadi data scientist, lima di antaranya adalah perempuan,” jelasnya.

“Artinya, ICONers wanita memiliki kapasitas dan kapabilitas sama dengan ICONers pria. Sekali lagi, ini pun menjadi bukti bahwa ICON+ selalu memberi kesempatan yang sama bagi pegawai perempuan,” sambung Ginanjar.

Setiap program dan kebijakan yang digulirkan ICON+ diharapkan dapat memberikan akses yang setara sekaligus meningkatkan partisipasi ICONers wanita di perusahaan. Dengan demikian, akan meningkatkan rasa percaya diri ICONers wanita bahwa ia mampu dan bisa maju di garis terdepan, berdiri berdampingan bersama ICONers pria untuk memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Indonesia.

iQuiz 8 – 2022
close slider

iQuiz 08 - 2022

Sejak 2021 hingga Agustus 2022, ICON+ secara periodik mencatat capaian layanan ICONNET di berbagai wilayah Indonesia. Dari tiga Strategic Business Unit (SBU) ICON+ berikut, manakah yang secara konsisten menduduki posisi puncak dalam penjualan ICONNET setiap bulannya?